Butter, Salt, Repeat: Review Little Salt Bread Blok M
Lagi-lagi Blok M… inget nggak guys? aku pernah review tempat viral juga yang ada di Blok M. Tentunya tempat yang kali ini aku coba juga nggak kalah sama tempat yang sebelumnya aku review, ini salah satu tempat yang lagi viral di Blok M. Nggak heran kalau Blok M itu banyak banget sama spot-spot kuliner hits, tempat ini yang sering dibahas sama orang-orang dan selalu muncul di FYP yaitu Little Salt Bread 🥐🧂.
Jujur.. awalnya aku agak skeptis karena aku mikir cuman roti asin biasa aja, terus kenapa banyak orang yang sampai rela antri panjang? Tapi karena aku penasaran dan gak mau ketinggalan tren hehehe 😄, akhirnya aku cobain dan rela antri juga. Dari luar tempatnya bener-bener simpel banget dan gak terlalu keliatan kalau ini tempat jual roti. Pas pertama kali masuk dan cium aroma butter yang wangi banget, langsung kebayang ini bukan roti biasa.Oke langsung ke intinya aja, awal masuk langsung disajikan beberapa tray yang isinya salt bread dengan beragam variasi mulai dari yang original hingga rasa. Konsepnya itu open kitchen jadi kita bisa lihat proses baking secara langsung dan lihat saat salt bread dikeluarkan dari oven sehingga roti yang disajikan selalu fresh. Begitu masuk kita ke kasir untuk pesan dan langsung disiapkan pesanan kita dengan cepat.
Menu salt breadnya cukup beragam mulai dari yang original, manis, hingga ada yang topping. Aku pribadi pesan dan coba salt bread yang varian originalnya, karena itu yang terkenal dan autentik. Untuk harganya sendiri masih tergolong terjangkau mulai dari 12 ribu yang original dan yang varian mulai dari 19 ribu hingga 29 ribu untuk varian salt bread termahalnya. Harga segitu, menurut aku masih worth it banget dan ramah di kantong dengan kualitas yang nggak main-main.
First bite, aku coba salt bread yang original langsung mikir “oh.. pantes aja viral.” Salt bread original yang kelihatannya simpel justru disitu letak kenikmatannya dan kekuatannya. Tekstur luar agak crispy tipis, especially bagian bawahnya yang sedikit “gosong butter” 🤤 tapi dalamnya super lembut, airy, dan buttery banget. Rasanya dominan gurih + asin tipis dari garam, ada hint buttery yang rich tapi nggak bikin eneg, dan makin enak kalau dimakan pas masih hangat. Yang bikin nagih tuh kontrasnya asin di luar, lembut di dalam, plus aroma butter yang kuat banget. Emang tipe comfort food yang simple tapi kena di lidah.
Tempatnya tidak terlalu besar dan bukan tipe tempat nongkrong lama. Konsepnya lebih ke grab and go bakery daripada cafe santai, jadi kamu pesan langsung bawa pulang atau nggak dia sediakan tempat duduk di outdoor. Aku suka sih sama tempatnya yang semi industrial gitu dan vibesnya jadul-jadul gitu.Overall aku suka dan bakal balik lagi untuk beli coba varian lainnya. Rasanya yang simpel, nagihin, dan ngangenin banget untuk sebuah roti. Intinya ini bukan roti biasa, tapi juga bukan life-changing. Tapi buat ukuran roti viral? Ini termasuk yang beneran enak, bukan cuma gimmick.
By: Cherlytha Anggrelly


.jpeg)
Comments
Post a Comment