Dari Anti Sushi Sampai Jadi Langganan, Ternyata Sushiro Seenak Ini!

 

Kalau dipikir-pikir sekarang tuh lucu banget 😭✨ karena aku adalah salah satu orang yang dulu bisa dibilang cukup anti sushi. Entah kenapa, dari dulu aku selalu ngerasa sushi itu identik sama makanan mentah, amis, dan kayaknya bukan tipe makanan yang bakal aku suka.

Jadi setiap kali ada temen yang ngajak makan sushi, biasanya aku cuma jawab, “aku ikut aja ya, tapi nggak makan.”

Sampai akhirnya ada satu momen di mana aku diajak temen-temen aku buat makan di Sushiro.

Waktu itu sebenarnya aku niatnya cuma nemenin mereka makan 😭💖 Aku bahkan nggak ada niatan sama sekali buat pesan sushi.

Pas sampai di tempatnya, temen-temen aku mulai sibuk pilih menu dari tab yang ada di meja. Nah, karena penasaran aku akhirnya ikut lihat-lihat juga menunya.

Dan ternyata… aku baru tau kalau di sini tuh nggak semuanya mentah.

Aku langsung notice ternyata ada cukup banyak pilihan sushi matang.

Dari situ aku mulai agak tertarik.

Apalagi waktu lihat harganya, menurut aku masih cukup affordable banget.

Untuk sushi matang yang aku coba waktu itu ada di plate putih dengan harga sekitar 14 ribu per plate dan isinya ada 3 pcs.

Dan lucunya lagi, sushi itu bahkan masih aku bagi sama dua temen aku 😭✨ Jadi technically aku nyobainnya pelan-pelan banget karena masih takut nggak suka.

Tapi ternyata pas pertama kali coba…

EH ENAK DONG???

Aku literally langsung kaget sendiri.

Yang aku pikir bakal aneh ternyata malah enak dan surprisingly nyaman dimakan.

Dan dari situlah semuanya dimulai 😭💖

Sekarang malah aku jadi salah satu orang yang lumayan sering makan di Sushiro.

Bahkan tiap kali aku sama temen-temen habis ujian atau lagi ada waktu luang, tempat ini sering banget jadi tujuan makan kami.

Menurut aku salah satu hal yang bikin Sushiro menarik adalah sistem harganya yang dibedakan berdasarkan warna plate.

Jadi di sini ada: Plate putih (14K), Plate merah (19K), Plate silver (25K), Plate gold (33K)

Dan jujur aku paling sering pesan yang plate putih dan merah 😭✨

Karena menurut aku untuk plate silver dan gold tuh lebih banyak menu mentah atau udon, sementara aku sendiri masih lebih nyaman makan sushi yang matang.

Walaupun sekarang aku udah mulai lebih terbuka sama sushi, tapi tetap aja menu matang masih jadi favorit aku.

Nah, dari semua menu yang pernah aku coba, ada beberapa yang jadi favorit aku banget, yaitu: All Star Salad Gunkan, Special Okonomiyaki, Salty Beef Kalbi, Salmon Skin

Menurut aku menu-menu ini tuh cocok banget buat orang yang baru mulai suka sushi atau yang masih takut coba sushi mentah.

Untuk All Star Salad Gunkan, rasanya creamy tapi tetap fresh.

Isi saladnya melimpah dan teksturnya lembut banget.

Terus untuk Special Okonomiyaki, ini salah satu favorit aku karena rasanya gurih, creamy, dan ada sensasi saus okonomiyaki yang manis gurih khas Jepang.

Kalau Salty Beef Kalbi, menurut aku ini cocok buat orang Indonesia 😭💖 karena rasanya lebih familiar.

Dagingnya gurih dan juicy, jadi gampang disukai.

Nah kalau Salmon Skin, ini juga surprisingly enak.

Teksturnya sedikit crunchy dan gurih banget.

Overall dari semua sushi yang aku makan di sini, menurut aku rasanya masih fresh dan nggak amis sama sekali.

Dan ini penting banget buat aku sebagai mantan anti sushi 😭✨

Karena salah satu alasan aku dulu nggak suka sushi ya karena takut amis.

Tapi di Sushiro, walaupun aku kebanyakan makan menu matang, semuanya terasa fresh dan nyaman dimakan.

Selain sushi, mereka juga menyediakan dua jenis kecap asin.

Ada yang teksturnya lebih cair dan ada yang lebih kental.

Kalau aku pribadi paling suka yang lebih kental karena rasanya menurut aku lebih gurih dan lebih cocok dipadukan sama sushi yang aku pilih.

Mereka juga menyediakan jahe iris yang biasanya dimakan setelah sushi.

Awalnya aku nggak ngerti kenapa ada jahe 😭✨ tapi ternyata jahe ini berguna buat menetralisir rasa di mulut sebelum pindah ke menu sushi berikutnya.

Dan surprisingly, jahe ini malah bikin pengalaman makan sushi jadi lebih enak.

Sekarang kita bahas tempatnya 💖

Menurut aku tempat di Sushiro cukup nyaman.

Mereka menyediakan beberapa tipe tempat duduk, mulai dari table for 4 sampai table for 1.

Jadi kalau kalian datang sendiri pun tetap nyaman.

Cuma memang ada satu hal kecil yang menurut aku agak tricky 😭 yaitu jarak antara meja dan bangkunya cukup dekat.

Jadi pas duduk atau masuk ke kursinya tuh agak susah sedikit.

Tapi setelah duduk, sebenarnya masih nyaman buat makan.

Yang paling aku suka tentu konsep penyajian makanannya.

Di sini sushi dikirim lewat semacam jalur berjalan di samping meja.

Jadi setiap kali kita pesan lewat tab, nanti plate sushi-nya bakal datang lewat jalur itu dan berhenti tepat di meja kita.

Pertama kali lihat ini tuh seru banget 😭✨

Rasanya jadi kayak pengalaman makan yang lebih interaktif.

Selain pesanan kita sendiri, ada juga sushi-sushi lain yang berjalan lewat di jalur tersebut.

Jadi kalau tiba-tiba lihat menu yang menarik, kita bisa langsung ambil.

Menurut aku ini salah satu hal yang bikin makan di sini jadi lebih fun.

Belum lagi pelayanan karyawannya juga ramah dan helpful banget.

Kalau ada yang bingung soal menu atau cara pesan, mereka bakal bantu jelasin dengan baik.

Overall, aku bener-bener nggak nyangka kalau tempat yang awalnya cuma aku datangi buat nemenin temen makan malah jadi salah satu restoran favorit aku 😭💖

Dan menurut aku Sushiro jadi salah satu resto sushi pertama yang berhasil bikin aku langsung jatuh cinta sama sushi.

Seriously, this place changed my mind about sushi

By: Desnia Angely

Comments

Popular posts from this blog

Cafe Nyaman di Cengkareng Jakarta Barat untuk Nugas dan WFC: Review Joy Listening Space

Tempat Makan Instagramable dengan Harga Terjangkau? Emang Ada? Ada Lah!

Chicken Katsu Curry Udon Marugame, Enak atau Biasa aja?