Donat + Mango Sticky Rice? Awalnya Ragu, Ternyata Seenak Ini!
Belakangan ini tuh lagi rame banget tren berdonat-donatan ðŸ˜✨
Mulai dari donat topping susu bubuk, donat mochi, sampai berbagai varian yang
makin kreatif dan kadang bikin mikir, “ini beneran enak nggak sih?”
Nah, dari
sekian banyak varian yang lewat di TikTok, ada satu yang langsung menarik
perhatian aku, yaitu mango sticky rice donut.
Seperti
biasa, aku tau menu ini juga dari TikTok.
Pas
pertama kali lihat, jujur aku langsung mikir, “ini rasanya bakal gimana ya?”
Soalnya
kalau dipikir-pikir, ketan (sticky rice) itu kan teksturnya agak berat
dan cenderung gurih, sementara donat biasanya ringan, empuk, dan manis.
Belum lagi
ditambah mangga yang fresh dan whipped cream.
Di kepala
aku tuh kayak, “ini bakal nabrak nggak ya rasanya?”
Tapi
anehnya, aku nggak kepikiran kalau ini bakal nggak enak.
Justru
lebih ke rasa penasaran.
Kayak, “ini
unik banget sih, harus dicoba.”
Apalagi
aku sendiri memang suka mango sticky rice sebagai dessert, jadi makin
tertarik buat nyobain versi donatnya.
Akhirnya
aku memutuskan buat datang ke Hoomie Dough, salah satu tempat yang jual
varian donat ini.
Pas
pertama kali sampai, menurut aku tempatnya nggak terlalu besar.
Cukup
kecil, tapi tetap punya vibe yang aesthetic dan lucu.
Jadi
walaupun nggak luas, tempat ini tetap cocok banget buat foto-foto atau sekadar
update Instagram story ðŸ˜✨
Untuk
tempat duduknya sendiri, mereka punya sekitar 3 spot indoor dan beberapa
area outdoor.
Waktu aku
datang kebetulan area indoor lagi penuh, jadi aku pilih duduk di luar.
Untungnya
area outdoor-nya juga masih nyaman buat duduk santai.
Untuk
pilihan donatnya juga lumayan banyak.
Range
harganya mulai dari sekitar 16 ribu sampai 50 ribu per pcs, tergantung
varian yang dipilih.
Dan tentu saja, aku langsung pilih Mango Sticky Rice Donut dengan harga sekitar 29 ribu.
Sementara
temen aku pilih Dirty Donut dengan harga sekitar 26 ribu.
Satu hal
kecil tapi menurut aku gemes banget adalah cara penyajiannya.
Donatnya
disajikan di semacam piring kertas, dan dikasih sendok kecil yang
bentuknya kayak sekop mini ðŸ˜ðŸ’–
Pas
pertama lihat aku langsung mikir, “ih ini lucu banget sih.”
Detail
kecil kayak gini tuh menurut aku jadi nilai plus karena bikin pengalaman
makannya lebih fun.
Sekarang
kita masuk ke bagian paling penting: rasanya ✨
Untuk Mango
Sticky Rice Donut, ini jujur bikin aku cukup surprise.
Awalnya
aku kira teksturnya bakal tabrakan.
Kayak
donat yang lembut ketemu sticky rice yang padat, takutnya jadi aneh.
Tapi
ternyata… nggak sama sekali.
Malah
surprisingly cocok banget.
Bagian
donatnya sendiri empuk dan lembut, dengan rasa manis yang ringan.
Nggak
terlalu berat, jadi masih jadi base yang pas.
Terus di
dalamnya ada sticky rice yang punya tekstur lebih padat dan sedikit
chewy.
Rasanya
tuh manis gurih, khas ketan yang biasanya dipadukan sama santan.
Nah,
justru di sini yang bikin menarik.
Perpaduan
antara donat yang ringan dan sticky rice yang lebih “berat” itu nggak nabrak,
tapi saling melengkapi.
Terus di
bagian atasnya ada whipped cream yang lembut banget.
Whipped
cream ini bikin keseluruhan rasanya jadi lebih creamy dan smooth.
Nggak
terlalu manis, jadi masih balance.
Dan yang
paling bikin fresh tentu saja potongan mangga dadu di atasnya.
Mangga ini
punya rasa manis dan sedikit asam, jadi memberikan kontras yang enak
banget sama donat dan sticky rice-nya.
Jadi dalam
satu gigitan tuh ada banyak layer rasa:
- Manis lembut dari donat
- Gurih dan chewy dari sticky
rice
- Creamy dari whipped cream
- Fresh dan sedikit asam dari
mangga
Dan
semuanya surprisingly nyatu.
Menurut
aku ini salah satu dessert yang unik tapi tetap enak.
Bukan cuma
gimmick atau sekadar viral, tapi memang bisa dinikmati.
Walaupun
memang ini tipe dessert yang cukup “berat”, jadi mungkin lebih cocok dimakan
pelan-pelan atau sharing.
Untuk Dirty
Donut yang temen aku pesan, sekilas kelihatannya lebih ke donat coklat yang
rich.
Lebih
cocok buat pecinta coklat, tapi kalau dibandingkan, menurut aku yang mango
sticky rice ini lebih unik dan memorable.
Dari segi
tempat, walaupun nggak terlalu besar, aku tetap suka karena vibes-nya lucu dan
aesthetic.
Cuma
memang kalau lagi rame, kemungkinan agak susah dapat tempat duduk, terutama di
indoor.
Overall,
aku cukup suka sama pengalaman coba donat di Hoomie Dough.
Mulai dari
konsep menunya yang unik, rasa yang ternyata balance, sampai detail kecil
seperti penyajian yang gemes.
Kalau
ditanya worth it atau nggak, menurut aku worth it banget buat dicoba,
apalagi kalau kalian penasaran sama dessert yang beda dari biasanya.
By: Desnia
Angely

.jpeg)
Comments
Post a Comment