Hangatnya Semangkuk Mie Vietnam: Review Pho Ba Ba di Jakarta.
Akhir-akhir ini cuaca lagi panas terus tiba-tiba hujan buat badan nggak enak jadi sakit flu dan batuk. Pastinya butuh makanan yang hangat berkuah tetapi tetap ringan pokoknya comfort food deh 😍. Biasanya makanan berkuah hanya itu-itu saja, tapi kali ini mau cobain yang berbeda. Sampai akhirnya, tanpa ekspektasi tinggi, aku mutusin buat nyobain Pho Ba Ba yang katanya underrated ini. Pho Ba Ba makanan khas Vietnam yang nggak begitu familiar sama kita orang Indonesia dan menunya pun unik-unik hingga penamaan menunya aja bahasa Vietnam.
Buat yang belum familiar, pho itu mie kuah khas Vietnam yang terkenal dengan kuahnya yang ringan tapi super kaya rasa. Dari suapan pertama langsung bikin mikir, “Kok ini enak banget?” Kuahnya ringan tapi berasa, mienya lembut, topping-nya juga nggak pelit. Di titik itu aku langsung tau: oke, ini bukan sekadar makan siang biasa, ini pengalaman yang bakal aku ceritain ke orang-orang.
Jujur awalnya cuma iseng, tapi begitu semangkuk pho panas mendarat di depan aku, lengkap dengan aroma kaldu yang langsung “nyapa”, suasananya langsung berubah. Ini bukan sekadar makan biasa, ini tipe tempat yang bakal kamu inget dan pengen didatengin lagi. Nah, di review ini aku bakal cerita pengalaman lengkap nyobain Pho Ba Ba, dari rasa sampai overall vibes-nya. Siap-siap lapar, ya.
Pho Ba Ba punya banyak menu yang beragam, pastinya yang terkenal yaitu authentic Vietnam noodle soup-nya. Saat itu aku pesan noodle soup yang varian Pho Bo Chin, Pho Bo Chin adalah noodle soup dengan daging sapi matang. Nggak hanya noodle soup-nya saja, ada juga makanan pendampingnya yang aku coba yaitu Hoanh Thanh Chien (pangsit goreng ayam, udang, dan jamur) dan Goi Cuon Tom (lumpia basah isi udang dan otak-otak ayam dengan saus kacang).
Menu Pho Bo Chin adalah salah satu menu yang comfort food. Pho itu sendiri mie beras dengan kuah kaldu khas Vietnam. Di sini yang paling standout itu kuahnya: bening tapi rasanya dalam banget. Gurihnya dapet, tapi nggak yang bikin eneg. Ini tipe kuah yang makin diseruput makin enak. Dagingnya juga empuk, plus mienya lembut banget (nggak keras atau overcooked). Biasanya disajikan sama pelengkap kayak toge, jeruk nipis, dan saus—nah ini penting banget buat mix sesuai selera. Untuk harganya menurut aku masih terjangkau sekitar 65 ribu untuk semangkuk Pho Bo Chin.
Menu Hoanh Thanh Chien yaitu pangsit goreng ayam, udang, dan jamur. Ini tipe comfort food yang susah gagal, tapi di sini levelnya naik dikit. Isinya kombinasi ayam, udang, dan jamur, jadi rasanya lebih “ramai” dan nggak flat. Tekstur luarnya crispy banget, tapi nggak yang berminyak berlebihan dan masih light dan enak dimakan berkali-kali. Pas digigit, isiannya berasa juicy dan gurih, apalagi ada hint udang yang bikin rasanya lebih fresh. Cocok banget dimakan sambil nunggu pho datang, atau jadi cemilan sharing. Ini tipe menu yang bikin tangan auto ambil lagi tanpa sadar. Harga pangsit goreng ini juga terjangkau yaitu 15 ribu untuk seporsi satu tusukan isi dua pangsit.
Menu Goi Cuon Tom yaitu lumpia basah isi udang dan otak-otak ayam dengan saus kacang. Nah ini kebalikannya—kalau pangsit tadi crunchy, yang ini fresh banget dari rice paper. Isinya udang, otak-otak ayam, dan sayuran yang dibungkus rice paper tipis. First bite tuh langsung terasa clean dan ringan, cocok buat balance makanan yang berkuah atau gorengan. Highlight-nya ada di saus kacangnya. Kental, gurih, sedikit manis, dan bikin semua isi lumpianya “nyatu”. Tanpa saus mungkin rasanya biasa aja, tapi begitu dicocol—langsung naik level. Ini juga enak buat lo yang lagi pengen makan tapi nggak terlalu berat. Harga lumpia basah ini 27 ribu.
Kalau ngomongin tempat di Pho Ba Ba, jujur ini salah satu yang bikin betah tanpa harus effort jadi “terlalu aesthetic”.Dari pertama masuk, vibes-nya langsung terasa tenang dan santai. Nggak yang rame berisik atau terlalu sempit, jadi masih nyaman buat duduk agak lama tanpa merasa “dikejar waktu”. Interiornya simpel, clean, dan nggak neko-neko—tapi justru itu yang bikin feel-nya homey. Kayak tempat makan yang nggak perlu pencitraan, tapi fokus ke kenyamanan.
Pencahayaannya juga pas, nggak terlalu terang tapi juga nggak gelap, jadi enak buat makan sambil ngobrol atau bahkan sekadar me time. Meja dan kursinya cukup rapi dan nggak dempet-dempetan banget, jadi masih ada space pribadi.
Yang paling kerasa sih ambience-nya: adem, nggak ribet, dan cocok banget buat escape sebentar dari keramaian Jakarta. Mau datang sendiri, makan santai, atau ngobrol ringan sama temen—semuanya masuk.
Intinya, ini tipe tempat yang mungkin bukan buat foto-foto heboh, tapi justru bikin lo pengen balik lagi karena nyaman banget.
Akhirnya, makan di Pho Ba Ba ini bukan cuma soal kenyang, tapi juga soal pengalaman yang nyaman dan bikin pengen balik lagi. Dari pho yang hangat dan flavorful, side dish yang balance, sampai tempatnya yang super cozy—semuanya terasa pas tanpa berlebihan. Buat gue, ini salah satu spot yang cocok banget buat jadi “pelarian” dari rutinitas makan yang itu-itu aja. Nah, sekarang giliran kamu—kalau lagi pengen makanan berkuah yang comforting kayak gini, kamu bakal langsung cus ke sini atau masih mau explore tempat lain dulu?

Comments
Post a Comment